Wednesday, June 22, 2011

Zat Kimia Pada Otak Penyebab Maho


Tak ada yang mengetahui pasti pendorong preferensi seksual
seseorang. Namun, berdasar ujicoba terbaru ilmuwan China,
ditemukan zat otak pendorong orang menjadi gay. Serotonin
diketahui mampu mempengaruhi perilaku seksual pada tikus
dan manusia. Senyawa ini biasanya juga mengurangi aktivitas
 seksual seseorang.

Ujicoba ahli saraf Yi Rao dari Peking University dan National Institute
 of Biological Science di Beijing menunjukkan, serotonin ternyata juga mempengaruhi keputusan pria untuk ‘menggoda’ wanita atau pria.

Rao dan tim melakukan uji melalui pengurangan neuron penghasil
 serotonin atau protein penting penghasil serotonin dalam otak.
 Tak seperti tikus jantan lain, tikus yang kekurangan serotonin
tak memiliki hasrat seksual terhadap tikus betina.

Sebaliknya, tikus itu malah tertarik pada tikus jantan serta
lebih sering menyanyikan lagu cinta ultrasonik. Biasanya,
tikus jantan menyanyikan lagu ini untuk menggoda tikus
betina agar bisa melakukan seks.

Ketika tim menyuntik zat netralisir pada tikus yang
kekurangan serotonin, tikus kembali berhasrat pada
 tikus betina. Meski begitu, kadar serotonin berlebih
justru mengurangi aktivitas seksual tikus, baik
pada jantan maupun betina.

Artinya, serotonin dalam otak harus dijaga dalam kadar
tertentu guna memastikan seseorang tetap berlaku
 layaknya heteroseksual.

Menyikapi temuan ini, ilmuwan Florida State University
 Elaine Hull mengklaim, studi ini bisa mempengaruh
i perilaku homoseksual atau biseksual manusia.

Sebelum menyimpulkan serotonin sebagai faktor
 perilaku homoseksual, Hull memperingatkan,
ilmuwan butuh lebih banyak informasi letak
persisnya area otak terkait potensi pengembangan
 serotonin tersebut.

Sumber :

No comments:

Post a Comment